Home | Jurnal Manado | Di Sulut, Miras Marak di Rumah Duka, "Harus Dirazia!"

Di Sulut, Miras Marak di Rumah Duka, "Harus Dirazia!"

By
Font size: Decrease font Enlarge font
Di Sulut, Miras Marak di Rumah Duka,
NET
Ilustrasi miras.

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Peraturan Daerah (Perda) Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol atau Perda Miras masih menimbulkan kontroversi untuk penerapannya. Hal itu mencuat dalam sosialisasi perda miras di Mapolda Sulut, akhir pekan lalu.

Chris Rorong, perwakilan pemuka agama dari GPdI, menilai ada dilema penegak hukum merazia pemiras di rumah duka. "Konsumsi miras di rumah duka ini salah satu yang jadi sumber kejahatan. Kalau saya boleh usul harus dirazia," kata Chris.

Menurut dia, ketegasan harus dilakukan kalau memang ingin mencegah kejahatan akibat miras.

Kapolda Sulut Brigjen Pol Jimmy Palmer Sinaga ingin bertindak tegas terhadap konsumsi miras yang berbutuntu kriminal. Yang ia khawatirkan, konsumsi miras berlebih saat perayaan Natal dan Tahun Baru. Masalah tersebut dinilai bisa mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat yang merayakan hari raya besar umat Kristen itu.

Kapolda bahkan sempat menyentil wacana pencabutan izin pabrik miras kalau memang ingin menyelesaikan persoalan kasus konsumsi miras yang sering memicu tindak pidana. Namun, wacana tersebut malah menyulut kontroversi dalam diskusi sosialisasi perda miras tersebut.

Conny Lapasi, juru bicara Asosiasi Petani Cap Tikus, mengungkapkan, wacana mencabut izin miras bukan baru kali ini digaungkan. Menurutnya itu bukan solusi. Apalagi bagi petani yang periuk nasinya bergantung dari hasil cap tikus.

"Itu bukan solusi coba dikaji kembali," kata dia.

Ia mengenang kembali peristiwa 1989 ketika petani cap tikus berunjuk rasa di Polda Sulut. Mereka mengecam pencabutan izin pabrik miras yang dilakukan Kapolda ketika itu.

"Akan terulang demo seperti lalu di Polda Sulut, jangan sampai izin ini dicabut," ujarnya.

Protes tersebut pun langsung direspon Wakil Kapolda Kombes Charles Ngili. Kata dia, penyampaian Kapolda tersebut hanya usul, butuh kajian mendalam untuk menerapkannya.(ryo)

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in